Showing posts with label cio. Show all posts
Showing posts with label cio. Show all posts

Monday, July 1, 2013

6 Keterampilan Wajib Pemimpin

Berikut keterampilan manajemen yang harus dimiliki oleh seorang pimpinan /manajer.
  1. Keterampilan Konseptual, yaitu membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide tersebut dijabarkan menjadi rencana kegiatan yang disebut proses perencanaan / rencana kerja. Termasuk juga memiliki visi yang jauh kedepan, misi yang jelas, program kerja yang real, strategi, dan terus menjaga nilai competitive advantage sebuah organisasi.
  2. Keterampilan Komunikasi, yaitu keterampilan berinteraksi secara baik dengan banyak orang. Disebut juga keterampilan kemanusiaan. Kepada bawahan bersifat mengayomi, persuasif, dan bersahabat. Kepada rekan kerja saling menghormati. Kepada customer dan atasan bersifat melayani. Manajer berkomunikasi dengan baik kepada semua orang, menshare visinya, dan membuat semua orang menjadi tim sukses visi tersebut.
  3. Keterampilan Teknis, merupakan bekal agar lebih matang pada bidang yang ditangani. Umumnya diperlukan untuk manajer tingkat rendah. Misalnya menggunakan program komputer, membuat code program, dsb. Tentu saja ada keunggulan tersendiri dibanding manajer yang hanya mengerti konsep, akan tercipta efektifitas dan efisiensi yang ideal.
  4. Keterampilan Manajemen Waktu. Seorang manajer digaji besar, setiap menit begitu berharga untuk perusahaan. Dia harus bisa mengalokasi waktu agar mendapat hasil yang optimal. Akan teruji dalam penyusunan waktu yang digunakan dalam melakukan sebuah project. Termasuk juga keterampilan untuk membuat skala prioritas.
  5. Keterampilan membuat keputusan, termasuk juga kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, memandangnya secara keseluruhan dan komprehensif (helicopter view), dan menentukan solusi terbaik untuk memecahkannya. Keputusan yang baik adalah yang tidak terburu-buru, namun adakalanya keputusan diperlukan dalam waktu yang singkat. Seiring dengan waktu dan pengalaman, manajer akan terbiasa menghadapi kondisi seperti ini.
  6. Keterampilan Kepemimpinan. Program kerja, eksekusi, dan evaluasi diperlukan komitmen, ketegasan, dan keberanian. Karenanya manajer betul-betul harus menjadi  pemimpin, dan tidak terlalu terpengaruh terhadap hal-hal yang tidak perlu. Manajer yang kuat akan menciptkan trust kepada lingkungannya, dan menumbuhkan teamwork yang solid.

Tugas utama CIO

Di zaman inovasi dan informasi sekarang ini keberhasilan sebuah perusahaan bergantung pada penggunaan Information System and Information Technology (IS/IT). Perusahaan pun wajib memiliki manajer eksekutif dalam bidang sistem informasi. Di Amerika dan Eropa eksekutif ini dikenal sebagai Chief Information Officer (CIO), yang langsung bertanggung jawab kepada Chief Executive Officer (CEO).

Kalau dengan format Perusahaan Terbatas (PT) di Indonesia, CIO kurang lebih setara dengan Direktur yang bertanggung jawab kepada Presiden Direktur. Di dalam buku “Information System Management in Practice”, Ralph Sprague beserta rekannya Barbara McNurlin menjabarkan bahwa setidaknya ada lima tugas utama CIO di sebuah organisasi. The Five Resposibilities of CIO :
  1. Understand the business (Memahami Bisnis)
  2. Establish credibility of the system department (Membangun Citra Divisi)
  3. Increase the technological maturity of the firm (Meningkatkan mutu penggunaan teknologi)
  4. Create a vision of future and sell it (Mencanangkan visi)
  5. Impelent an information system architecture (pengembangan sistem)

Pentingnya CIO dalam Bisnis

Chief Information Officer atau disingkat CIO adalah jabatan eksekutif yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan informasi untuk mendukung organisasi. CIO bertanggung jawab langsung dengan Chief Executive Officer (CEO). Sedangkan posisi lain yang sejajar dengan CIO adalah :
1. Chief Operational Officer (COO), bertanggung jawab terhadap produksi
2. Chief Marketing Officer (CMO), bertanggung jawab terhadap penjualan
3. Chief Financial Officer (CFO), bertanggung jawab terhadap keuangan.
4. Chief Technologi Officer (CTO), bertanggung jawab kepada infrastruktur.

Perubahan peran eksekutif dulu hingga sekarang.
1. Era Industri. Pada awal abad 20 ketika dimulai revolusi industri, persaingan perusahaan dipengaruhi oleh penggunaan mesin. Saat itu masih banyak perusahaan yang menggunakan tenaga manusia, sehingga kapasitas produksinya terbatas. Keunggulan akan didapatkan oleh perusahaan yang menggunakan mesin. Sehingga keberhasilan sebuah perusahaan dipengaruhi oleh peran Chief Operational Officer (COO). Pada era ini banyak sekali COO yang akhirnya menjadi CEO.

2. Era Penjualan. Ketika akhirnya semua perusahaan menggunakan mesin, maka pembedanya adalah bagaimana cara mereka memasarkan barang, sehingga mudah diterima konsumen. Keberhasilan sebuah perusahaan dipengaruhi oleh peran Chief Marketing Officer (CMO). Pada era ini banyak sekali CMO yang akhirnya menjadi CEO.

3. Era Diversifikasi & Kolaborasi. Ketika perusahaan telah maju mereka pun membuat unit bisnis baru, misalnya perusahaan mobil ikut bermain di properti, konveksi, sepatu, atau keuangan.  Contoh di Indonesia adalah Pt. Sinar Mas, awalnya mereka bermain di industri minyak sawit, sekarang mereka buka unit usaha Bank, Asuransi, dsb. Banyak sekali perusahaan yang ikut terjun di bisnis finansial agar bisa mengelola dana segar untuk mendukung bisnis mereka.

Dalam mengelola bisnis finansial dan mengatur banyak unit usaha, maka keberhasilan sebuah perusahaan dipengaruhi oleh Chief Financial Officer (CFO). Pada era ini banyak sekali CFO yang akhirnya menjadi CEO.

4. Era Informasi. Informasi menawarkan keunggulan yang luar biasa, siapa yang menguasai informasi mereka bisa menguasai pasar. Perusahaan mampu mengetahui kebutuhan dari pelanggan berdasar history dan profil pelanggan, lalu menawarkan barang yang diinginkan. Perusahaan tidak perlu repot2 menyimpan barang di toko, karena pelanggan bisa memesan dari rumah, dst. Perusahaan dapat mengetahui kebutuhan pasar dari survey dan teknik perkiraan berdasar bantuan komputer. Pada era ini keberhasilan sebuah perusahaan dipengaruhi oleh peran CIO.

5. Era Inovasi & Strategi. Ketika Information System and Information Technology (IS/IT) sudah semakin murah dan dapat diakses oleh semua perusahaan, maka pembedanya bukan lagi penggunaan IS/IT, tapi bagaimana agar IS/IT dapat menjadi competitive advantage sebuah perusahaan. Dan pada era ini, peran CIO makin tak tergantikan dalam peran strategis dalam bisnis. Banyak sekali CIO yang akhirnya menjadi CEO. Contohnya adalah CEO Bank Mandiri, CEO Telkom, dan CEO Telkomsel.


Dari data tahun 2012, dilaporkan bahwa perusahaan terkaya di dunia adalah perusahaan telekomunikasi dan informasi dari Mexico. Google, Yahoo, Facebook adalah contoh lain dari perusahaan raksasa yang berhasil karena informasi. Dan banyak sekali laporan bagaimana sebuah perusahaan menjadi besar karena pengelolaan IS/IT yang baik.

Peran CIO dalam sebuah perusahaan adalah menyelaraskan fungsi IS/IT terhadap strategi bisnis. Menjadikan IS/IT sebagai enabler strategi, bahkan menjadikan IS/IT sebagai competitive advantage perusahaan.

Anda berminat menjadi CIO?