Membaca Surat Nuh, Surah ke 71 Al Quran mengingatkan saya akan kemuliaan seorang Nabi yang bernama Muhammad. Pantas saja beliau ini dikatakan Rasul terbaik diantara sebelumnya. Perbandingan Nabi Nuh dan Nabi Muhammad.
A. Nabi Nuh
1. Nabi Nuh -maaf- Mengeluh.
Ada di ayat ke 5, 6, 7, 8, 21, 22, 23. Misalnya pada ayat 5 dan 6 : "Dia (Nuh) berkata : Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam. Tetapi seruanku tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran)"
2. Nabi Nuh mendoakan keburukan bagi mereka yang tidak menerima seruannya.
Ada di ayat 26 dan 27. "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal niscaya mereka akan menyesat hamba-hambaMu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur"
3. Hasilnya : sejarah mencatat, bahwa banyak kaum nabi Nuh diadzab dan dimusnahkan dari muka bumi.
(tanpa mengurangi rasa takzim pada Nabi Nuh, mohon maaf atas keterbatasan ilmu)
B. Nabi Muhammad
1. Nabi Muhammad tidak mengeluh.
Pada saat menyampaikan risalah Allah kepada negeri Thaif, beliau tidak diterima dan diusir. Tidak itu saja, beliau pada saat keluar kota beliau dihadang, diludahi, dilempari batu hingga terluka dan kepalanya berdarah. Setelah agak jauh dari kota Tha’if, Rasulullah berteduh dekat sebuah pohon sambil membersihkan luka-luka mereka. Sesudah agak tenang, Rasulullah mengangkat kepala menengadah ke atas, ia hanyut dalam suatu doa yang berisi perendahan diri yang sangat mengharukan:
“Allahumma ya Allah, kepadaMu juga aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kemampuanku serta kehinaan diriku di hadapan manusia. Wahai Tuhan Yang Mahapengasih Mahapenyayang. Engkaulah yang melindungi si lemah, dan Engkaulah Pelindungku. Kepada siapa hendak Kauserahkan daku? Kepada orang yang jauhkah yang berwajah muram kepadaku, atau kepada musuh yang akan menguasai diriku? Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli, sebab sungguh luas kenikmatan yang Kaulimpahkan kepadaku. Aku berlindung kepada Nur Wajah-Mu yang menyinari kegelapan, dan karenanya membawakan kebaikan bagi dunia dan akhirat. Janganlah Engkau timpakan kemurkaanMu kepadaku. Engkaulah yang berhak menegur hingga berkenan pada-Mu. Dan tiada daya upaya kecuali dengan Engkau.”
2. Rasulullah mendoakan kebaikan untuk mereka dan keturunannya, padahal Jibril datang menawarkan adzab.
tidak berapa lama Allah mengutus Jibril untuk menghampiri beliau. Jibril berkata, “Allah mengetahui apa yang telah terjadi di antara kamu dan penduduk kota Tha’if. Dia telah menyediakan malaikat di gunung-gunung di sini untuk menjalankan perintahmu. Jika engkau mau, maka malaikat-malaikat itu akan menabrakkan gunung-gunung itu hingga penduduk kota itu akan binasa. Atau engkau sebutkan saja suatu hukuman bagi penduduk kota itu.”
Rasulullah saaw terkejut dengan hal ini, lalu berdoa, “Walau pun orang-orang ini tidak menerima ajaran Islam, aku harap dengan kehendak Allah, anak-anak mereka pada suatu masa nanti akan menyembah Allah dan berbakti kepada-Nya.”
3. Hasilnya : setelah berapa lama, kota Thoif akhirnya menerima Islam, menjadi salah satu kota peradaban Islam. Melahirkan para mujahid Islam, mencintai Quran, dan hingga sekarang melahirkan banyak anak-anak hafiz quran.
C. Penutup
Betapa mulianya akhlaq Rasulullah, pantas saja Allah begitu muliakan beliau, dan hanya nama beliau yang layak bersanding dengan nama Allah di pintu surga. Allah dan Muhammad. Keistimewaan lain yang diberikan adalah : Ummat lain tidak akan masuk surga, kecuali Ummat Muhammad masuk surga terlebih dahulu. Sampai-sampai Nabi Isa pun iri dengan Nabi Muhammad, dan akhirnya meminta dijadikan ummat Muhammad.
Wahai Ummat Muhammad, bangga-lah, dan tiru lah akhlak Nabimu. Ikuti Sunnah2nya dari yang kecil hingga yang besar. Bismillah, Niat Amal dan sampaikan.
No comments:
Post a Comment