Monday, July 1, 2013

Doa Nabi Ketika Dizholimi

Membaca Surat Nuh, Surah ke 71 Al Quran mengingatkan saya akan kemuliaan seorang Nabi yang bernama Muhammad. Pantas saja beliau ini dikatakan Rasul terbaik diantara sebelumnya. Perbandingan Nabi Nuh dan Nabi Muhammad.

A. Nabi Nuh
1. Nabi Nuh -maaf- Mengeluh.
Ada di ayat ke 5, 6, 7, 8, 21, 22, 23. Misalnya pada ayat 5 dan 6 : "Dia (Nuh) berkata : Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam. Tetapi seruanku tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran)"

2. Nabi Nuh mendoakan keburukan bagi mereka yang tidak menerima seruannya.
Ada di ayat 26 dan 27. "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal niscaya mereka akan menyesat hamba-hambaMu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur"

3. Hasilnya : sejarah mencatat, bahwa banyak kaum nabi Nuh diadzab dan dimusnahkan dari muka bumi.
(tanpa mengurangi rasa takzim pada Nabi Nuh, mohon maaf atas keterbatasan ilmu)

B. Nabi Muhammad
1. Nabi Muhammad tidak mengeluh.
Pada saat menyampaikan risalah Allah kepada negeri Thaif, beliau tidak diterima dan diusir. Tidak itu saja, beliau pada saat keluar kota beliau dihadang, diludahi, dilempari batu hingga terluka dan kepalanya berdarah. Setelah agak jauh dari kota Tha’if, Rasulullah berteduh dekat sebuah pohon sambil membersihkan luka-luka mereka. Sesudah agak tenang, Rasulullah mengangkat kepala menengadah ke atas, ia hanyut dalam suatu doa yang berisi perendahan diri yang sangat mengharukan:

“Allahumma ya Allah, kepadaMu juga aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kemampuanku serta kehinaan diriku di hadapan manusia. Wahai Tuhan Yang Mahapengasih Mahapenyayang. Engkaulah yang melindungi si lemah, dan Engkaulah Pelindungku. Kepada siapa hendak Kauserahkan daku? Kepada orang yang jauhkah yang berwajah muram kepadaku, atau kepada musuh yang akan menguasai diriku? Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli, sebab sungguh luas kenikmatan yang Kaulimpahkan kepadaku. Aku berlindung kepada Nur Wajah-Mu yang menyinari kegelapan, dan karenanya membawakan kebaikan bagi dunia dan akhirat. Janganlah Engkau timpakan kemurkaanMu kepadaku. Engkaulah yang berhak menegur hingga berkenan pada-Mu. Dan tiada daya upaya kecuali dengan Engkau.”

2. Rasulullah mendoakan kebaikan untuk mereka dan keturunannya, padahal Jibril datang menawarkan adzab.
tidak berapa lama Allah mengutus Jibril untuk menghampiri beliau. Jibril berkata, “Allah mengetahui apa yang telah terjadi di antara kamu dan penduduk kota Tha’if. Dia telah menyediakan malaikat di gunung-gunung di sini untuk menjalankan perintahmu. Jika engkau mau, maka malaikat-malaikat itu akan menabrakkan gunung-gunung itu hingga penduduk kota itu akan binasa. Atau engkau sebutkan saja suatu hukuman bagi penduduk kota itu.”

Rasulullah saaw terkejut dengan hal ini, lalu berdoa, “Walau pun orang-orang ini tidak menerima ajaran Islam, aku harap dengan kehendak Allah, anak-anak mereka pada suatu masa nanti akan menyembah Allah dan berbakti kepada-Nya.”

3. Hasilnya : setelah berapa lama, kota Thoif akhirnya menerima Islam, menjadi salah satu kota peradaban Islam. Melahirkan para mujahid Islam, mencintai Quran, dan hingga sekarang melahirkan banyak anak-anak hafiz quran.

C. Penutup
Betapa mulianya akhlaq Rasulullah, pantas saja Allah begitu muliakan beliau, dan hanya nama beliau yang layak bersanding dengan nama Allah di pintu surga. Allah dan Muhammad. Keistimewaan lain yang diberikan adalah : Ummat lain tidak akan masuk surga, kecuali Ummat Muhammad masuk surga terlebih dahulu. Sampai-sampai Nabi Isa pun iri dengan Nabi Muhammad, dan akhirnya meminta dijadikan ummat Muhammad.

Wahai Ummat Muhammad, bangga-lah, dan tiru lah akhlak Nabimu. Ikuti Sunnah2nya dari yang kecil hingga yang besar. Bismillah, Niat Amal dan sampaikan.

Obat untuk Segala Penyakit

Suatu ketika Nabi Musa sakit gigi. Nabi Musa pun bertanya kepada Tuhan, apakah obat yang paling baik? Lalu ALLOH menunjukkan sejenis daun yang akan dapat menyembuhkan sakit gigi apabila dioles ke gigi. Setelah Nabi Musa melakukannya sakit giginya langsung sembuh.

Pada masa yang lain, sekali lagi Nabi Musa diserang sakit gigi. Tanpa membuang waktu, Nabi Musa terus mencari daun tersebut dan melakukan sebagaimana dahulu. Malangnya, sakitnya tidak sembuh. Lalu Nabi Musa pun bertanya kepada Tuhan dan dijawab. '' Dulu kamu sakit, kamu tanya obatnya kepada Ku Dan Aku menyembuhkannya. Tetapi sekarang kamu sudah yakin dengan dirimu sendiri, Karena itu aku berlepas tangan daripada menyembuhkan sakitmu itu.''

 ALLOH berfirman: (Yaitu ALLOH) "yang menciptakan aku, dan Dia-lah yang menunjuki aku. "Dan yang memberi makan dan minumanku. "Jika aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku". "Dia yang mematikanku, kemudian Dia pula yang menghidupkanku kembali di akhirat. (QS.Asy Syu'araa:78-82)

Program Tahfiz Quran di Banjarmasin

Lokasi pondok / pesantren / rumah tahfiz di Banjarmasin.
1. Masjid Al Ihsan, Jl. Kampung Melayu. Ini masjid Jamaah Dakwah, santrinya khusus laki2 usia pelajar. Lingkungan sekitar, wanita tutup aurat dengan sempurna dan menggunakan purdah (cadar).

2. Masjid Al Furqon, Jl. Bumi Mas. Program untuk mahasiswa dan umum. Biaya Gratis, dan disediakan asrama gratis bagi mahasiswa, kecuali biaya air dan listrik, dan makan secara mandiri.

3. Mahad Umar bin Khattab. Salah satu pondok tahfiz yang programnya lengkap dan fleksibel.

Tersedia program :
a. Santri laki2 usia pelajar (minimal lulus SD), menginap di pondok, 24 jam. Biaya Rp. 200.000 perbulan sudah termasuk biaya pendidikan, makan minum, air listrik, dll.
b. Program 2 bulan, untuk pelajar, mahasiswa, dan umum. Belajar @2 jam, 3x seminggu.
c. Program tahsin untuk memperbaiki bacaan (makhroj dan tajwid)
d. Program u perempuan dan Ibu rumah tangga (lokasi terpisah), di Mahad An Nisa. Waktu lebih fleksibel tergantung kesepakatan peserta, dan dibimbing oleh Ustadzah.

4. Pondok Tahfiz Showroom, di km 6, Banjarmasin. Cabang dari pondok nomor 1

5. Pondok Tahfiz di Pelaihari. Pondok Lanjutan dari pondok dari nomor 1. Santri yang dewasa dan hapalannya banyak, dipindahkan kesini. Selain tahfiz Quran juga ada program alim/mengkaji kitab, hadits, dan fiqh.

Untuk Mahad Umar bin Khattab, Jl. Gatot Subroto, Banjarmasin. Pendaftaran dibuka setiap saat. Kelas reguler dimulai pada awal bulan ganjil, misalnya kelas jan-feb, kelas mar-april, dst. Silakan hubungi sekarang juga CP : Ust Fayedi 0821-4904-4015. Mudah2an niatnya dikuatkan dan dimudahkan oleh Allah, Aamiin.

Jika Hidup Tidak untuk Dakwah

Jika hidup tidak untuk dakwah
Terus Engkau mau ngapain?
Ente pergi pagi
Dengan semangat mencari duniawi
Jika angkot macet, langsung berganti sewa taxi
Agar harta buruan tidak beralih dari sisi

Ente pulang malam dengan jasad yang kelelahan
Nyampe di rumah mendekam sampai pagi datang
Lupakah engkau
Rasulullah SAW bagaikan rahib di malam hari
Sementara kamu
Tak peduli siang tak peduli malam
Yang penting dunia dalam genggaman

Sahabat, cobalah engkau renungkan
Apa sih yang kau gapai sampai harus membanting tulang
Apa sih yang ingin kau bangun hingga pagi datang
Apa sih yang ingin kau raih hingga tubuh begitu letih

Jujur saja, untuk urusan perutmu bukan?
Buat beli martabak atau nasi
Masuk perut dan kemudian raib menjadi kotoran.

Jujur saja, untuk urusan rumah tempat kau tinggal bukan?
Buat beli keramik, AC atau busa
Dinikmati, rusak, ganti lagi tak berkesudahan.

Jujur saja, untuk urusan kesenangan anak-anak yang kau rindukan bukan?
Buat pakaian, mainan ataupun poster-poster idaman
Dinikmati, menghilang dari pandangan.

Jika Engkau hanya hidup untuk itu semua
Maka harga dirimu
Nilainya sama dengan apa yang kamu makan
Nilainya sama dengan apa yang kamu keluarkan dari perut hitam
Nilainya sama dengan apa yang kau rindukan

Karena jasadmu tak ubahnya tembolok karung
Tempat menyimpan semua makanan yang kau makan
Karena jasadmu tak ubahnya perekat
Tempat semua kesenangan melekat.

Sepekan, setahun, sewindu kau bangun sejuta pundi uang
Engkau lupa bahwa kelak yang kau bangun itu pasti kau tinggalkan
Engkau lupa bahwa tempat tinggalmu sesudahnya adalah istana masa depan.

Tapi sahabat...
Jika Engkau hidup untuk dakwah
Tidak ada setitik harapan pun yang kelak dirugikan
Tiada seberkas amal pun yang tiada mendapat balasan
Tetapi di dalamnya penuh ujian dan batu karang
Dan Engkau harus yakin penuh akan janji Allah
Tapi didalamnya tak lekas kau dapatkan keindahan
Dan Engkau harus yakin bahwa inilah jalan kebaikan.

Sahabat...
Janganlah terlena dengan kesenangan fana
Janganlah terlena dengan gemerlapnya dunia
Itulah yang Allah berikan sebagai hak para musyrikin di dunia
Tidak usah kamu iri dan berfikir ‘tuk hanyut bersamanya
Karena kau tahu kehidupan mereka sesudahnya adalah neraka
Dan mereka kekal didalamnya.

Sahabat...
Jangan sia-siakan hidup di dunia
Bangun rumah dakwah
Jika kau diluaskan harta, kembalikan di jalan dakwah
Jika kau diluaskan waktu, hibahkan dijalan dakwah
Jika kau diluaskan pikiran, gunakan untuk merenungi ayat-ayatNya
Jika kau diluaskan usia, maksimalkan berikan yang terbaik untukNya.
Jangan jadikan dakwah sebagai kegiatan sampingan
Jangan jadikan dakwah sebagai hiburan
Jangan jadikan dakwah sebagai ajang gaul sesama teman
Jangan jadikan dakwah sebagai pengisi waktu luang
Jangan jadikan dakwah sebagai sarana memburu uang
Karena kelak yang kau dapatkan adalah Jahannam
Sebagai balasan atas kemusyrikan yang kau jalankan.

Sahabat...
Jadikan dakwah sebagai ruh kalian di dunia
Jadikan dakwah sebagai rumah tinggal kalian di dunia
Jadikan dakwah sebagai tugas utama kalian di dunia
Jadikan bahwa hanya dengan dakwah diri kalian begitu bahagia
Jadikan bahwa tanpa dakwah, kalian begitu menderita...

Sahabat...
Jalan dakwaj inilah yang membedakan kita dengan para pendusta ayat-ayatNya
Dan jika Engkau hidup di dunia ini tidak untuk tegakkan syariatNya
Itu artinya engkau sama dengan mereka
Yang lebih menyukai neraka ketimbang surga
Dan jika engkau hidup di dunia ini sebagai tujuan
Ingatlah bahwa tak lama lagi ruhmu bakal dicabut dari badan

Jika hidup tidak untuk dakwah, trus ente mo ngapain?
Mau jadi ayam?
Yang pergi pagi pulang petang
Kurang petang tambahin nyampe tengah malam

Tapi masih mendingan ayam
Karena ia rutin bangun sebelum azan
Dan teriakkan lagu keindahan
Tapi kamu...
Rutin subuh setengah delapan
Apalagi kalau akhir pekan
Bisa jadi subuh hengkang dari pikiran

Tapi masih mendingan ayam
Karena ia berani pilih makanan yang ia inginkan
Tapi kamu...
Elo embat semua yang ada di hadapan
Tidak peduli daging, tumbuhan, ataupun batu hitam
Sementara kamu dikarunia pikiran


By: Agus Sujarwo
(Palmerah Bumi Allah, Sya’ban 1423 H)

Nasehat Berharga dari seorang Teman

Hanya Allah yang Sanggup Membalas Anda
 

Anda adalah orang besar dalam pandangan Allah, meskipun yang Anda lakukan itu tampak kecil dan sederhana dalam pandangan manusia. Yang Anda lakukan adalah aktivitas yang mencengangkan, meskipun banyak orang yang menganggapnya sebagai sesuatu yang sia-sia. Bobot perjuangan Anda lebih berat dari himpunan gunung-gunung batu, meskipun banyak orang yang meremehkannya. Anda telah mengukir sejarah dengan tinta emas. Para malaikat di langit hormat kepada Anda. Mereka akan selalu mendoakan setiap langkah Anda. Apa yang telah Anda lakukan benar-benar sesuatu yang luar biasa. Pilihan Anda benar-benar menakjubkan.

Pilihan, aktivitas, dan prestasi Anda tidak layak jika hanya dinilai dengan dunia. Dunia itu tak akan cukup untuk dijadikan balasan untuk Anda. Dunia itu terlalu kecil. Pujian manusia tak akan sanggup menggambarkan kemuliaan Anda. Sebab, yang layak buat Anda adalah rahmat dan keridhaan dari Allah dan Rasul-Nya. Surga, negeri keabadian, itulah yang layak buat orang-orang seperti Anda.

Dunia ini terlalu kecil. 


Maka tidak layak sesuatu yang kecil ini kemudian menyita seluruh energi kita sehibgga sesuatu yang besar menjadi terbengkalai. Sudah sewajarnya dunia dan seluruh kenikmatan yang ada didalamnya tidak membuat kita sedih dan lupa. Rasulullah bahkan menggambarkan dunia itu hanyalah setetes air dari lautan. Beliau bersabda, “Perbandingan dunia dan akhirat itu seperti salah seorang dari kalian memasukkan jarinya di laut, kemudian perhatikanlah apa yang menempel ketika ia angkat (itulah dunia)”

Nasehat dari seorang Sahabat.

Si Miskin itupun, naik haji...

Ini adalah kisah nyata dari Faradhita dan sahabatnya seorang pengusaha hiburan, pendukung dan donatur abadi Rumah Yatim Indonesia seorang Helmy Yahya...
 

Bagian satu : Pendahuluan
Saat itu bulan ramadhan . Aku berada di Palembang bersama mitraku, Helmy yahya. Kami sedang melakukan perjalanan untuk bertemu dengan maestro pujaanku, untuk sebuah pekerjaan idealis. Kami akan bertemu dengan pengarang lagu anak legendaris , AT Mahmud.

Terdengar bunyi telpon yang langsung diangkat helmy dengan speaker mode..”boz, kita belum dapat talent buat acara naik haji gratis..”suara di seberang telpon terdengar galau. “Kok bisa?, “helmy berkata dengan nada tinggi, “sudah 3 hari shooting kok bisa gak nemu?”. Setelah itu helmy diam mendengarkan argumen dari teamnya yang panjang. Wajahnya memerah. Bibirnya merapat dan jari tangannya didekatkan dan di gigit. Itu kebiasaanya kalau panik.

“Untung lagi di palembang, saya gak tau kalau ada anak triwarsana disini. Kita ke tempat shooting dulu”, demikian sebuah kata terucap dari mulutnya dan setelah itu diam. Setiba di lokasi, sebuah rumah yang disewa sebagai tempat tersembunyi dari hidden kamera yang sedang menguji kelayakan seorang talent untuk berangkat di hajikan gratis sesuai thema acara tersebut.

Helmy memiliki standard yang ketat. Seseorang tersebut bukan ”layak” bukan karena rekomendasi dari orang lain saja tapi dia harus lulus test. Ini memang memakan biaya, memang memakan waktu. Tapi inilah kesempurnaan yang menjadi cirinya.

“Mana data shooting talent hidden kamera”, kemarin kemarin katanya lagi. Dalam sekejap kami menyaksikan video rekaman para talent tersebut di test berbagai cara. Dengan hidden kamera kita memperhatikan. Ustad ini, bapak anu, ujung2nya tidak ada yang layak. Lalu..saya disuruh menilai. “Faradhita..kamu lihat tuh yang ditest pas sebelum jumatan..dua ustad..,”helmy keluar dengan muka merah. Aku menurut perintahnya dan menyaksikan.

Biasa kami menggunakan penguji si rini, spesialis penguji. Cantik, dewasa, anggun. Lengkap dengan jilbab dan kerendahan hatinya. Dia melakukan aksi ujiannya. Di depan ustad yang dimaksud dia datang jam 11.30, lalu berkata,” saya ada masalah dengan perkawinan, suami saya..” dan seterusnya dia bercerita sangat meyakinkan. 



Bagian 2 : PencarianSang ustad talent mulai berdalih, mulai mewejang, dan menyaksikan adegan tersebut... aku sebagai wanita tahu sekali mimik wajah dan gerak mata seseorang yang ber”minat”. Darahku naik..”kok begini sih?”..ini orang yang terpandang didaerahnya yang direkomendasi banyak orang. Menggeser duduknya dekat-dekat si rini. Hidden kamera menangkap seluruh adegan dengan jelas. Dan yang mengherankan...dia abaikan sholat jumat. Huh..hilang sudah rasa di hati, dasar buaya”, aku berkata dalam hati.

Di video satunya. Setali tiga uang sama saja, malah pake pegang-pegang pundak si rini. Setiap berapa kalimat menyentuh apalah bagian tubuh si rini, tangan, seperti menepis kotoran dari jilbab, yang rasanya gak ada apa-apanya. Darah emosiku memuncak. “Gile nih..sama aja..dasar bandot semua”.,Aku mendadak sangat marah. Aku wanita, tahu banget niat laki-laki macam itu,emosi banget.

Aku keluar ruang. Helmy nafasnya turun naik dengan cepat. “Gila nih..besok harus naik tayang jam 4 sore belum ada talent. Dimana rini?”. “Lagi ada talent, deket sini pak,” seorang staf triwarsana menjawab. “Nih, lagi kita test. Live tuh di ruang belakang”. bergegas kami melihat. Seluruh krew berharap harap cemas. Muka semuanya tegang. “Jauh ga k dari sini”, tanyaku. “Engak mbak, paling 500 meter”, Jawab manajer helmy, ibrahim. “Siapa dia”,tanyaku lagi..”dia guru bahasa indonesia, kalo sore ngajar ngaji”. “Oh..”,jawabku singkat.

Dalam monitor.Terlihat seorang bapak sedang duduk, kelelahan. Habis mengajar ngaji dia. Di masjid. Masuk si rini. Dengan gaya nya yang meyakinkan dia berkata,” pak, saya ada anak angkat usianya 8 tahun kelas 2 SD. Saya sudah tidak kuat merawatnya”. Dipotongnya kalimat ditambah emosinya..”nakal banget pak. Saya mau buang, saya mau kasih bapak saja.” Si rini menyelesaikan kalimatnya dengan muka memerah. Dan membetulkan jilbabnya. Sehingga seluruh lekuk tuhnya sengaja terbentuk kesan seksi.

Bagian tiga : Pertemuan
Sang bapak membuang muka, kemudian menunduk sambil menjawab, “aku terima “..”maksud bapak?”, Kata rini lagi.  “Ya , sini anak itu, aku rawat dia, ini pasti kehendak Allah. Aku ikhlas”, Dia menjawab sambil tetap menundukkan wajahnya. Muka rini yang terlihat gugup, “boleh saya beri anak itu hari ini? Rumah kami jauh di tujuh ulu”, rini menambahkan bobot ceritanya.
 

Sang bapak memiringkan pantatnya, di rogoh sakunya, ada uang ribuan berlembar-lembar..kira-kira 15 lembah dia berkata,” uangku hanya segini”.diberikan ke rini semua..”kamu ambil angkot bawa anak itu kemari..”,tuturnya dengan santun.  Setiap adegan itu kami saksikan dengan tegang, bahkan penduduk sekitar mulai menggerombol ditempat kami. Sesak udara ruangan monitor. “Ayo kita kesana, full kamera”, kata helmy memecah ketegangan.

Bergegas kami berangkat. Penduduk sekitar mengikuti gerak krew sebanyak 15 orang 3 kamera, 2 sound boom. Sangat menarik perhatian warga kampung sekitar. Setiba kami di lokasi masjid. Kamera langsung keluar dari segala penjuru. Sang bapak terkejut. Wajahnya bingung. Kemudian helmy yahya muncul dengan mengatakan,” alhamdulillah bapak dapat hadiah naik haji gratis!”

Sang bapak terkejut bukan main..wajahnya tergetar..giginya bergemerutuk..tak bisa berkata-kata. Bersujud disajadah berkali-kali. Dan selang beberapa menit hadir penduk sekita kira-kira 5000an warga kampung sekitar tersebut tanpa komando mengumandangkan, “Labaik allauhumma labaik..” 5000 orang lebih meneriakkan kata-kata tersebut berulang..bergetar kami semua.

Airmataku turun tanpa sebab..aku bertanya pada seorang ibu berdiri sambil menangis..”siapa dia bu? “,Tanyaku..”oh dia pak Rahmat. Dia guru bahasa indoneia di SD sini. Setiap bulan dia memberikan setengah dari gajihnya untuk membayar anak-anak dengan permen dengan apapun supaya mereka mau mengaji”, jawab sang ibu sambil menggendok anaknya yang sudah agak besar.

”Setengah? “,Aku terperanjat . Iya mbak”, lanjut ibu tadi, “Dan itu dia sudah lakukan 25 tahun kira-kira, saya adalah muridnya pertama-tama, karena sangat miskin kami tak sanggup belajar tapi dia membimbing kami. Sekarangpun anak ku belajar ngaji sama pak rahmat. Dan masih diberi bonus hadiah supaya rajin mengaji”. 





Bagian empat : Akhir yang indah

Aku tersentak. Aku menyaksikan seorang bapak, yang lagi dipakaikan kain ihrom. Di kumandangkan talbiah, labaik Allamulabaik oleh separuh warga kampung yang mencintainya..di arak beramai-ramai dari masjid kerumahnya.

Tempat kediamannya berjarak 200 meter dari masjid. Untuk dipamitkan dan mohon izin ke sang istri. Setiba dirumah yang masih beralas tanah..sepasang suami istri renta berpelukan..aku masih mendengar sang bapak berkata,” Allah mengabulkan doa kita bu..aku berhaji..aku yang miskin ini berhaji...suaranya lirih..mohon izin ya ...”

Tersungkur di tanah aku sambil mendengar kata-katanya..”Terima kasih Allah..terima kasih..masih ada orang seperti pak Rahmat engkau sisakan untuk kami....” tak henti-henti aku bersyukur.

Catatan : sekarang pak Ustad Rahmat mengelola RYI di Kupang NTT , Jl Tablolong KM 11 kel. Batake, kupang barat

Kecerdasan Ke-4 Selain IQ, EQ, dan SQ

Satu dasawarsa terakhir kita telah mengenal 3 kecerdasan agar dapat hidup sukses dan bahagia. Tiga kecerdasan itu sering disebut IESQ, yaitu :
  • Kecerdasan Intelektual (Intellectual Question)
  • Kecerdasan Emotional (Emotional Question)
  • Kecerdasan Spiritual (Spiritual Question).
Konsep 3 kecerdasan itu telah membawa banyak perubahan terhadap banyak orang dan membuat mereka merasakan nikmatnya hidup bahagia. Namun sayangnya masih ada sebagian lain yang gagal, padahal mereka telah memiliki 3 kecerdasan tersebut. Salah satu contohnya banyak kita lihat betapa banyak orang yang superior pada akademik dan pekerjaan, dihormati oleh masyarakat, taat beribadah, namun tidak punya cukup waktu untuk keluarganya. Mereka pun tidak memiliki skala prioritas dan pembagian sumber daya yang bagus.

Hal tersebut disebabkan belum suksesnya dalam membuat keseimbangan antara 3 kecerdasan tersebut. Agar seimbang maka diperlukan 1 kecerdasan lainnya, kecerdasan yang tanpa disadari dimiliki oleh orang-orang telah berhasil tersebut diatas. Kecerdasan itu adalah Kecerdasan Manajerial (Management Question)

Inilah kecerdasan yang membuat kita sukses untuk membuat visi, program kerja, mengelola waktu, menentukan skala prioritas, bahkan akan menemukan titik dimana kita tidak tergantung sumber daya (uang, tenaga, waktu), tapi merekalah yang bekerja untuk kita. Kecerdasan yang membuat kita berada dalam kondisi seimbang, sukses dan bahagia di dunia, lebih-lebih di akhirat saat perjumpaan dengan Allah kelak.

Sudah siapkah anda untuk meningkatkan Kecerdasan Manajerial?